Wednesday, February 21, 2018

Kisah Anak yang Mengingkari Janji Kepada Orang Tua

hai sahabat semua,
kali ini aku ingin berbagi kisah kepada kalian semua tentang pentingnya peran orang tua dan cara kita memperlakukannya sebagai seorang anak.

ini adalah kisah yang kualami sendiri....
aku adalah anak ketiga (Ke-3) dari lima (5) bersaudara.
kakak tertua ku seorang perempuan dan saat ini sedang berada di luar kota untuk mengejar mimpinya. Jogja........
kakak kedua ku adalah seorang laki-laki dan ia hanya selisih dua (2) tahun dari ku.

singkat cerita kami hidup sebagai keluarga pedagang, dimana kami bersama orang tua kami mempunyai usaha keluarga "warung tenda" di Kota Bengkulu. (sekitaran daerah Pintu Batu).
saat masih SMA aku sudah mempunyai seorang pacar dan itu yang memotivasiku untuk cepat tamat dari bangku perkuliahan.

sekitar 3 tahun yang lalu keluarga kami dikejutkan dengan cobaan yang amat berat, yaitu ayahku di vonis menderita penyakit gagal ginjal dan diharuskan cuci darah 2 kali dalam seminggu. sontak itu semua mengenyuhkan hati kami sekeluarga dimana beliau tidak dapat lagi beraktivitas se ektra biasanya. jadi sudah diputuskan bahwa beliau harus istirahat dan menjaga kesehatannya agar tidak lebih parah lagi.

dimulailah perjuanganku dan kakak kedua ku untuk bersama-sama melanjutkan usaha warung tenda kami. aku mulai bekerja dari jam 5 sore sampai jam 12 malam, dan setelah itu aku digantikan kakakku yang mulai dari jam 12 sampai jam 5 subuh. itu dikarenakan warung tenda kami buka hanya dari jam 5 sore sampai jam 5 subuh.

itu kami lakukan dibantu dengan 2 orang adikku dan ibu sebagai juru masak dirumah. kami hanya tinggal menjual dan memasak makanan di tempat kami berdagang. karena kami masih sama-sama sekolah jadi itu sungguh sangat merepotkan bagi kami dalam membagi waktu.

tahun berganti tahun dan akhirnya aku tamat duluan sebagai seorang sarjana. (Kakak Tertuaku sudah S2 tentunya).
namun kakak keduaku masih belum selesai.
6 bulan lamanya aku menganggur dan hanya bekerja di warung tenda orang tuaku saja.
hidup dengan cara seperti itu membuatku sungguh bosan menjalaninya dan akhirnya aku mengambil sebuah langkah untuk mengajak pacarku menikah....

saat menyampaikannya ke ibuku beliau sangat terkejut dan tidak menyangka, mengingat umurku masih sangat muda (24) tahun. akan tetapi aku meyakinkannya bahwa saat sudah menikah aku akan mengajak istriku tinggal dirumah orang tuaku dan ikut membantu meringankan beliau dalam pekerjaan nya.
akhirnya beliau pun menyetujui dan menikahkan kami. ayahku yang semula terlihat begitu tak bersemangat langsung menjadi bergairah dan bisa dibilang "sehat" walaupun masih tetap cuci darah.

akan tetapi 2 minggu sebelum pesta aku mendapatkan pekerjaan, sungguh luar biasa karunia Allah SWT.
pestapun digelar,, namun, 2 hari sebelum pestaku aku menderita sakit yang aku sendiri waktu itu tidak tahu sakit apa. karena aku bisa dibilang dari kecil tidak pernah sakit yang aneh-aneh akan tetapi kali ini aku mendapat penyakit yang membuatku bingung.
aku selalu muntah-muntah dan hilang nafsu makan. setelah diperiksa ke dokter ternyata aku menderita Gastitrik Kronis.

Mulailah satu persatu janjiku kepada ibuku aku ingkari...
aku tidak tinggal dirumah beliau melainkan dirumah mertuaku,,
aku tidak membantu beliau lagi dikarenakan aku menderita magh yang membuatku muntah terus selama 4 bulan,,
dan mungkin masih banyak lagi hal yang aku ingkari.

makin hari penyakitku makin parah dan akhirnya aku dibawa kerumah sakit untuk dirawat inap.
setelah dilakukan cek darah ternyata terjadi gangguan pada ginjalku.
2 kali cek darah 2 kali juga hasil menunjukkan bahwa ginjalku memburuk..
aku dan istriku sangat terpukul dengan kejadian itu,, dokter mengatakan heran dengan kondisiku dikarenakan orang yang menderita gangguan ginjal biasanya karena darah tinggi, diabetes, atau infeksi akibat batu ginjal....

fix,, kemungkinan terkecilku adalah terkena batu ginjal, maka dilakukan pemeriksaan rontgen di rumah sakit. setelah keluar ternyata tidak ditemukan batu ginjal. dan tu membuat dokter sedikit kasihan kepadaku karena kemungkinan lainnya adalah kemungkinan yang buruk...

setelah itu dokter menyarankan cek darah yang ketiga dan cek urine,,,
dihari yang sama aku dan istriku menangis meratapi cobaan yang diberikan kepada Allah SWT kepada kami. dan teringat aku pada semua kesalahan ku pada orang tuaku... akupun menelpon semua keluarga ku dan meminta mereka datang. saat ibu, ayah, dan saudara ku sampai aku langsung mengulurkan tangan kepada mereka dan memohon ampun......

dalam tangisanku aku meminta maaf kepada mereka semua atas semua kesalahan dan kekecewaan yang aku buat kepada mereka.. ibuku pun menangis dan memaafkan ku,,, dimalam itu juga beliau melihat aku muntah air yang banyak dan menangis sembari berdoa kepada Allah SWT. untuk kesembuhanku...

esoknya sungguh diluar dugaan,, hasil cek darahku normal,,,, Ureum dan Creatinku yang tinggi mendadak normal,,, hasil urine juga menunjukkan bahwa tidak ada darah dalam urine ku yang menandakan ginjalku sehat,, dan muntah mualku pun hilang saat itu juga....

2 hari kemudian aku sudah dibolehkan pulang dan aku menyadari bahwa tuhan tidak tidur,,, itu adalah cara Tuhan untuk menegur hambanya yang lalai, lupa dan mungkin tidak tahu terima kasih.

aku hanya ingin berpesan untuk sahabat semua,, jangan pernah sakiti, lukai, kecewai orang tua kita... bagaimanapun juga mereka sangatlah berjasa untuk kita,,, ambil hikmah dari pengalaman ini dan aku harap kita semua bisa selalu baik dengan mereka...

Ingat Orang Tua,,,, Berterima kasihlah kepada mereka.....
bagikan kisah ini untuk sahabat, teman, kakak, adik kita semua,, agar menjadi pelajaran dan hikmah untuk kita semua,,,,

sekian dulu Blog hari ini,,,
see you all...

wassalamu'alaikum........